Nama : Eko Adi Prasetyo

Nim : (131211511)

Jurusan : Teknik Komputer

1.1 Pengertian harddisk

Apa itu Harddisk???

Hardisk merupakan piranti penyimpanan sekunder dimana data disimpan sebagai magnetik pada piringan metal yang berputar yang terintegrasi. Atau dapat diartikan dengan cakram keras. Data disimpan dalam lingkaran konsentris yang disebut track. Tiap track dibagi dalam beberapa segment yang dikenal sebagai sector. Untuk melakukan operasi baca tulis data dari dan ke piringan, harddisk menggunakan head untuk melakukannya, yang berada disetiap piringan. Head inilah yang selanjut bergerak mencari sector-sector tertentu untuk dilakukan operasi terhadapnya. Waktu yang diperlukan untuk mencari sector disebut seek time. Setelah menemukan sector yang diinginkan, maka head akan berputar untuk mencari track. Waktu yang diperlukan untuk mencari track ini dinamakan latency. Harddisk merupakan media penyimpan yang didesain untuk dapat digunakan menyimpan data dalam kapasitas yang besar. Hal ini dilatar belakangi adanya program aplikasi yang tidak memungkinkan berada dalam 1 disket dan juga membutuhkan media penyimpan berkas yang besar misalnya database suatu instansi. Tidak hanya itu, Harddisk diharapkan juga diimbangi dari kecepatan aksesnya. Kecepatan harddisk bila dibandingkan dengan disket biasa, sangat jauh. Hal ini dikarenakan harddisk mempunyai mekanisme yang berbeda dan teknologi bahan yang tentu saja lebih baik dari pada disket biasa. Bila tanpa harddisk, dapat dibayangkan betapa banyak yang harus disediakan untuk menyimpan data kepegawaian suatu instansi atau menyimpan program aplikasi. Hal ini tentu saja tidak efisien. Ditambah lagi waktu pembacaannya yang sangat lambat bila menggunakan media penyimpanan disket konvensional tersebut. Jika dibuka, terlihat mata cakram keras pada ujung lengan bertuas yang menempel pada piringan yang dapat berputar Data yang disimpan dalam harddisk tidak akan hilang ketika tidak diberi tegangan listrik. Dalam sebuah harddisk, biasanya terdapat lebih dari satu piringan untuk memperbesar kapasitas data yang dapat ditampung.

Dalam perkembangannya kini harddisk secara fisik menjadi semakin tipis dan kecil namun memiliki daya tampung data yang sangat besar. haddiskkini juga tidak hanya dapat terpasang di dalam perangkat (internal) tetapi juga dapat dipasang di luar perangkat (eksternal) dengan menggunakan kabel USB ataupun FireWire.

1.2 Fungsi harddisk

Hardisk merupakan piranti penyimpanan sekunder dimana data disimpan sebagai pulsa magnetik pada piringan metal yang berputar yang terintegrasi. Data disimpan dalam lingkaran konsentris yang disebut track. Tiap track dibagi dalam beberapa segment yang dikenal sebagai sector. Untuk melakukan operasi baca tulis data dari dan ke piringan, harddisk menggunakan head untuk melakukannya, yang berada disetiap piringan. Head inilah yang selanjut bergerak mencari sector-sector tertentu untuk dilakukan operasi terhadapnya. Waktu yang diperlukan untuk mencari sector disebut seek time. Setelah menemukan sector yang diinginkan, maka head akan berputar untuk mencari track. Waktu yang diperlukan untuk mencari track ini dinamakan latency.

Harddisk merupakan media penyimpan yang didesain untuk dapat digunakan menyimpan data dalam kapasitas yang besar. Hal ini dilatar belakangi adanya program aplikasi yang tidak memungkinkan berada dalam 1 disket dan juga membutuhkan media penyimpan berkas yang besar misalnya database suatu instansi. Tidak hanya itu, harddisk diharapkan juga diimbangi dari kecepatan aksesnya. Kecepatan harddisk bila dibandingkan dengan disket biasa, sangat jauh. Hal ini dikarenakan harddisk mempunyai mekanisme yang berbeda dan teknologi bahan yang tentu saja lebih baik dari pada disket biasa. Bila tanpa harddisk, dapat dibayangkan betapa banyak yang harus disediakan untuk menyimpan data kepegawaian suatu instansi atau menyimpan program aplikasi. Hal ini tentu saja tidak efisien. Ditambah lagi waktu pembacaannya yang sangat lambat bila menggunakan media penyimpanan disket konvensional tersebut.

1.3 Spesifikasi Hard Disk:

1 – IDE / SATA

Ini adalah ciri yang paling penting yang perlu dilihat supaya hard disk yang dibeli adalah sesuai dengan sokongan motherboard.

2 – Kapasiti Storan / Ruang Simpanan Data

Ini adalah ciri yang kebiasaannya dilihat oleh pembeli dimana lebih besar kapasiti storan, maka lebih banyaklah data yang boleh disimpan (Harganya pun semakin mahal). Contohnya 160GB, 320GB, 500GB, 640GB, 750GB, 808GB, 1TB, 2TB.

3 – Kelajuan Capaian Data

Ia diukur melalui unit RPM (round per minute) dimana piring magnetik di dalam hard disk akan berpusing dengan pantas untuk header membaca setiap lokasi data. Contohnya 7200RPM bermaksud piring magnetik data akan berpusing selaju 7200 pusingan seminit.

4 – Ingatan Cache

Hard disk juga mempunyai ingatan cache untuk menyimpan data yang kerap digunakan. Contohnya 8MB, 16MB, 32MB.

Biasanya hard disk mempunyai jaminan setahun. Namun, penjagaan hard disk yang baik adalah amat diperlukan kerana data yang disimpan di dalam hard disk itu adalah lebih bernilai dari hard disk itu sendiri. Diantara langkah penjagaan hard disk yang boleh dilakukan ialah:

v  membalut hard disk dengan span dan menyimpannya di dalam anti-electrostatic bag sekiranya hard disk tidak / belum dipasang pada casing komputer

v  pegang hard disk dengan berhati-hati supaya tidak terjatuh

v  memasang hard disk pada casing komputer dengan skrew yang cukup (4 skrew) dan tidak dipasang dengan longgar.

1.4 Pengertian Ata dan Sata

ATA

AT Attachment (ATA) adalah antarmuka standar untuk menghu­bungkan peranti penyimpanan seperti hard disk, drive CD-ROM, atau DVD-ROM di komputer.

ATA singkatan dari Advance Technology Attachment. Standar ATA dikelola oleh komite yang bernama X3/INCITS T13. ATA juga memiliki beberapa nama lain, seperti IDE dan ATAPI. Karena diperkenalkannya versi terbaru dari ATA yang bernama Serial ATA, versi ATA ini kemudian dinamai Parallel ATA (PATA) untuk membedakannya dengan versi Serial ATA yang baru.

Parallel ATA hanya memungkinkan panjang kabel maksimal hanya 18 inchi (46 cm) walaupun banyak juga produk yang tersedia di pasaran yang memiliki panjang hingga 36 inchi (91 cm). Karena jaraknya pendek, PATA hanya cocok digunakan di dalam komputer saja. PATA sangat murah dan lazim ditemui di komputer.

Nama standar ini awalnya adalah PC/AT Attachment. Fitur utamanya adalah bisa mengakomodasi koneksi langsung ke ISA BUS 16-bit sehingga dinamai AT Bus. Nama ini kemudian disingkat menjadi AT Attachment untuk mengatasi masalah hak cipta.

SATA

 SATA adalah pengembangan dari ATA. SATA didefinisikan sebagai teknologi yang didesain untuk menggantikan ATA secara total. Adapter dari serial ATA mampu mengakomodasi transfer data dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ATA sederhana.

Antarmuka SATA generasi pertama dikenal dengan nama SATA/150 atau sering juga disebut sebagai SATA 1. SATA 1 berkomunikasi dengan kecepatan 1,5 GB/s. Kecepatan transfer uncoded-nya adalah 1,2 GB/s. SATA/150 memiliki kecepatan yang hampir sama dengan PATA/133, namun versi terbaru SATA memiliki banyak kelebihan (misalnya native command queuing) yang menyebabkannya memiliki kecepatan lebih dan kemampuan untuk melakukan bekerja di ling­kungan multitask.

Di awal periode SATA/150, para pembuat adapter dan drive meng­gunakan bridge chip untuk mengonversi desain yang ada dengan antarmuka PATA. Peranti bridge memiliki konektor SATA dan memiliki beberapa konektor daya. Secara perlahan-lahan, produk bridge mengakomodasi native SATA. Saat ini kecepatan SATA adalah 3GB/s dan para ahli sekarang sedang mendesain teknologi untuk SATA 6GB/s.

Beberapa fitur SATA adalah:

Ø  SATA menggunakan line 4 sinyal yang memungkinkan kabel yang lebih ringkas dan murah dibandingkan dengan PATA.

Ø  SATA mengakomodasi fitur baru seperti hot-swapping dan native command queuing.

Ø  Drive SATA bisa ditancapkan ke kontroler Serial Attached SCSI (SAS) sehingga bisa berkomunikasi dengan kabel fisik yang sama seperti disk asli SAS, namun disk SAS tidak bisa ditancapkan ke kontroler SATA.

Kabel power dan kabel SATA mengalami perubahan yang cukup signifikan dibandingkan kabel Parallel ATA. Kabel data SATA menggunakan 7 konduktor di mana 4 di antaranya adalah line aktif untuk data. Oleh karena bentuknya lebih kecil, kabel SATA lebih mudah digunakan di ruangan yang lebih sempit dan lebih efisien untuk pendinginan.

harddisk dengan Serial Advanced Technology Attachment (SATA) telah banyak dipakai di seluruh pelosok dunia. Para pengembang motherboard juga lebih cenderung mengembangkan dukungan harddisk SATA ketimbang IDE yang sudah kuno. Karena terbukti konsumen juga puas dengan performa SATA dan lebih memilih tipe harddisk ini diluar semakin terbatasnya stok harddisk IDE di pasaran dan kisaran harga SATA yang cenderung turun, sementara harddisk IDE cenderung naik.

Kembali ke topik, tipe harddisk sata yang sekarang sering dipakai konsumen adalah SATA-1 dan SATA-2.

SATA-1: Dikenal sebagai generasi awal harddisk dengan teknologi Serial ATA dengan keterangan 1.5Gbit/s. Artinya harddisk dengan tipe ini memiliki frekuensi 1500MHz dengan kecepatan transfer riil sebesar 150MB/s.

SATA-2: Merupakan generasi lanjutan kedua dari teknologi SATA dengan 3.0Gbit/s, yang artinya Harddisk tipe ini memiliki frekuensi 3000MHz dengan kecepatan riil sebesar 300MB/s.

Mari kita tengok lebih dekat. Saya telah mendapatkan perbandingan spesifikasi harddisk SATA-1 dan satu harddisk IDE dari beberapa merk terkenal yakni Seagate, Maxtor dan Western Digital. Data ini sengaja tidak berisi spesifikasi harddisk keluaran terbaru. Hal ini berkaitan dengan relevansi pembahasan mengingat tidak mudah mencari pembanding harddisk SATA-1 kecuali dengan harddisk ATA yang terakhir masih bisa dijumpai di pasaran. Berikut ini spesifikasi yang saya maksud:

Dari tabel perbandingan di atas, spesifikasi masing-masing hardware sangat mirip. Satu hal yang paling membedakan hanyalah soal kapasitas. Hal ini erat kaitannya dengan platter/plat yang digunakan. Semakin besar ukuran platter akan semakin besar space kapasitas serta semakin tinggi kecepatan transfer yang diperoleh.

Maxtor memakai ukuran platter dengan kapasitas terbesar di antara dua pesaingnya. Inilah yang membuat Maxtor  mendapatkan performa yang optimal. Seagate telah mengeluarkan model cepat dengan sebutan “Barracuda V”, namun karena masih menggunakan platter 60GB yang notabene lebih kuno kecepatannya tidak sebanding dengan Maxtor. Begitu juga Western Digital, meski masih menggunakan platter 40GB lawas kecepatannya tidak sebanding dengan harddisk dengan platter terbaru. Namun Western Digital punya kelebihan lain yakni daya tahan.

Di luar soal Kecepatan, Ukuran Platter dan Daya Tahan ada satu hal lain yang patut dipertimbangkan, yakni soal garansi. Sebagian besar pabrikan telah mengurangi jaminan dan garansi untuk mengurangi biaya produksi. Namun jika dibandingkan, mungkin Anda akan menemukan harddisk ATA dengan garansi 3 tahun. Dua tahun lebih lama daripada garansi standar harddisk Serial ATA.

1.5 Jenis – Jenis Harddisk:

Ø  Disk ATA / EIDE, hard disk dengan tipe EIDE (Enhanced Integrated Drive Electronic) atau tipe ATA (Advanced Technology Attachment) adalah standar versi terbaru suatu antar muka disk yang sesuai untuk koneksi ke bus, Banyak produsen disk memiliki rentang disk dengan antar muka EIDE / ATA, disk semacam itu dapat dihubungkan langsung ke bus PCI, yang digunakan pada banyak PC (personal computer). Keuntungan drive EIDE / ATA yang signifikan adalah harganya yang cukup murah, karena penggunaannya di pasaran PC. Salah satu kekurangan utamanya adalah diperlukan kontroler terpisah untuk tiap drive jika dua drive digunakan bersamaan untuk meningkatkan performa. Salah satu produsen chip yang terkenal sudah menyertakan kontroler yang memungkinkan disk EIDE / ATA dihubungkan langsung ke motherboard.

Ø  Disk SCSI, banyak disk memiliki antar muka yang didesain untuk koneksi ke bus SCSI standar. Disk tersebut cenderung lebih mahal, tetapi mempunyai performa yang lebih baik, yang dimungkinkan karena kelebihan bus SCSI daripada bus PCI. Akses yang bersamaan dapat dilakukan ke banyak disk drive karena antar muka drive secara aktif dihubungkan ke bus SCSI hanya pada saat drive tersebut siap untuk transfer data. Hal ini terutama berguna dalam aplikasi dimana terdapat sejumlah besar request untuk file kecil, yang sering terjadi dalam komputer yang digunakan sebagai file server.

Ø  Disk RAID, menjanjikan performa yang luar biasa dan menyediakan penyimpanan yang besar dan handal. Disk tersebut digunakan baik dalam komputer performa tinggi atau dalam sistem yang memerlukan keandalan yang lebih tingi dari tingkat normal. Akan tetapi, dengan semakin menurunnya harga ke tingkat yang lebih terjangkau, disk tersebut menjadi lebih menarik bahkan untuk sistem komputer dengan ukuran rata – rata.

Ø  Disk SATA, hard disk dengan tipe SATA (Serial Advanced Technology Attachment), yaitu interface disk ATA (Advanced Technology Attachment) dengan versi Serialnya menggunakan kabel tipis yang memiliki total kabel kecil sekitar dua pertiga dari total kabel harddisk dengan tipe EIDE atau ATA disk yang berjumlah 39 pins dan SATA mempunyai kecepatan pengiriman data sangat tinggi serta mengurani latensi. Sehingga bus serial ini mampu melebihi kecepatan bus paralel.

Ø  SATA dalam mentransfer data secara berurutan atau serial lewat kabelnya dan juga secara teknik SATA menyusun sendiri disk yang tersambung ke dalam motherboard tanpa adanya sistem master ataupun slave, sehingga kabel SATA hanya dapat digunakan pada satu hard disk. Tipe hard disk yang telah dibahas ini, semuanya masuk dalam kategori internal hard disk, maksudnya yang diinstall di dalam CPU. Selain internal hard disk ada juga eksternal harddisk (hard disk yang berada diluar CPU), jadi bisa dipindah – pindahkan. Eksternal hard disk mempunyai kecepatan rotasi 7200 rpm, pemasangannya sangat mudah, tidak perlu membongkar PC dan hanya dengan menghubungkan port USB ke PC, dan dapat mentransfer data 480 Mbps.

JENIS-JENIS HARDDISK

Hard Disk Drive (HDD) atau biasa disebut dengan hard drive, hard disk, atau Fixed Disk Drive (FDD) adalah media penyimpanan non volatile yang dapat menyimpan data digital dengan cepat dan memiliki permukaan magnetis.

HDD diperkenalkan pada 1956 sebagai media penyimpanan data untuk komputer accounting IBM, pada dasarnya dikembangkan untuk komputer dengan keperluan umum. Pada tanggal 21, kegunaan HDD diperluas dan meliputi banyak kegunaan, seperti sebagai perekam video digital, pemutar audio digital, Personal Digital Assistant (PDA), kamera digital, dan video game. Bahkan, pada perkembangannya saat ini, HDD tidak hanya digunakan pada komputer, tetapi juga mulai merambah dunia telepon seluler.

Hard Disk IDE

Biasanya, device-device seperti floppy drive, hard drive, dan CD-ROM drive dihubungkan ke komputer melalui  perangkat antarmuka Integrated Drive Electronics (IDE). IDE pada dasarnya bukanlah nama teknik untuk standar interface sebenarnya. Nama orginalnya, AT Attachment (ATA), yang berarti bahwa interface awalnya dikembangkan untuk komputer IBM AT. Hard disk IDE merupakan device penyimpanan data yang ditancapkan ke motherboard dengan interface IDE.

Hard Disk SATA

Serial Advanced Technology Attachment (SATA) adalah bus primer pada komputer yang didesain untuk mentransfer data antara motherboard dan media penyimpanan data, seperti hard disk dan optical drive di dalam komputer.

Keuntungan utama menggunakan hard disk SATA adalah transfer data yang lebih cepat, bisa memindahkan ataupun menambah device selama operasi (jika sistem operasinya support), kabel yang lebih tipis sehingga proses pendinginan udara dapat efisien, dan banyak keunggulan lainnya.

              

Hard Disk SCSI

Small Computer System Interface (SCSI) adalah perangkat standar ANSI untuk menghubungkan device ke sistem komputer. Pada umumnya device SCSI adalah media-media penyimpanan data, seperti hard disk SCSI. Umumnya SCSI adalah teknologi paralel, tetapi banyak varian SCSI serial yang sudah beredar di pasaran, seperti Fire Ware dan Fibre Channel.

SCSI merupakan alternatif IDE (Integrated Drive Electronics) high-end. Satu buah kontroler IDE dapat mengontrol sebanyak delapan atau 16 drive. Sebagai tambahan, biasanya kabel SCSI lebih besar dan lebih panjang dari pada kabel IDE.

Hard Disk SAS

Serial Attached SCSI (SAS) adalah teknologi transfer data yang di desain untuk memindahkan

Data dari dan ke media penyimpanan pada komputer seperti rd drive dan tape drive. SAS adalah serial protokol point to point yang menggantikan bus SCSI paralel yang muncul pertama kali pada pertengahan 1980-an di pusat data, dan menggunakan SCSI standar. Saat ini, SAS lebih rendah dibandingkan dengan implementasi SCSI paralel, tetapi di masa yang akan datang SAS akan digandakan hingga mencapai kecepatan 6 GB/s, sehingga     memungkinkan banyak transfer data dengan kecepatan tinggi bila dibandingkan dengan yang sudah ada.Protokal SAS dikembangkan oleh komite teknik T10 International Committee For Information Technology Standards (INCITS)     dan dipromosikan oleh SCSI Trade sociation (SCSITA).

Hard Disk Back Planes

Blackplane adalah papan sirkuit yang menghubungkan beberapa konektor secara paralel, sehingga masing-masing pin dalam tiap konektor itu dihubungkan ke pin yang sama pada konektor yang lain, dan menjadi bus. Sistem komputer yang menggunakan pendekatan seperti ini disebut dengan bus S-100 karena memiliki 100 pin.

Pada sistem dengan kabel, kabel harus dibengkokan saat ingin menambah atau mengurangi kartu dalam sistem, dan pembengkokan ini dapat menyebabkan kerusakan mekanis. Namun, backplane tidak terpengaruh dengan hal lain, sehingga backplane memiliki lifetime yang lebih lama. Sebagai contoh, konektor DIN 41612 yang digunakan pada sistem VMEbus dapat bertahan selama 50 sampai 500 pemasangan dan pencabutan (atau disebut juga dengan

Backplane dapat digunakan tanpa menggunakan single board komputer untuk menyederhanakan penambahan daya pada kartu plug-in. Sebagai tambahan, banyak kabel ekspansi bus yang membuat bus komputer menjadi backplane eksternal, biasanya terletak pada enclosure, untuk membedakan slot-slot pada komputer itu. Perangkat kabel ini memiliki transmitter pada komputer, papan ekspansi pada backplane jarak jauh, dan kabel diantara keduanya. Kabel ekspansi bus tidak membutuhkan single board komputer pada bus untuk mengontrol kartu I/O yang disebabkan oleh ekspansi list

BAB II

2.1 Macam-macam kerusakan harddisk

1.      Harddisk bad sector

2.      Kehilangan partisi harddisk

3.      Harddisk terdeteksi pada bios tapi tidak dapat di gunakan

4.      Harddisk tidak terdeteksi oleh bios dan tidak dapat di gunakan

5.   Master Boot Record (MBR)

     Cara memperbaiki harddisk

  1. Bad sector

Kerusakan yg terjadi pada level ini bisanya disebabkan Bad sector. Untuk menanganinya ada beberapa cara dan variasi percobaan, disesuaikan dengan merk harddisk dan banyaknya bad sector.

    • Untuk penangan awal bisa gunakan perintah FORMAT C:/C (sesuaikan dengan drive yg akan diformat). /C digunakan untuk mebersihkan cluster yg rusak.
    • Langkah kedua jika belum berhasil bisa gunakan program Disk Manager dari masing-masing pabrik pembuat Harddisk.
    • Jika belum berhasil juga anda bisa gunakan software HDDREG , silahkan download di internet programnya.
    • Jika belum berhasil coba cara Low Level Format atau Zero File.
    • Jika masih belum bisa, anda bisa lakukan pemotongan sector harddisk yg rusak, dengan cara membaginya dan tidak menggunakan sector yang rusak.

2.      Kehilangan partisi harddisk

Kerusakan yang terjadi pada level 2 adalah Kehilangan Partisi Harddisk dan Data . Ini bisa disebabkan oleh virus atau kesalahan menggunakan program utility. Ada yg perlu diperhatikan dalam mengembalikan Partisi harddisk yang hilang, yaitu kapasitas harddisk dan Jenis File Systemnya. Partisi dengan File System FAT lebih mudah dikembalikan dibanding NTFS atau File System Linux.

    • Cek terlebih dahulu partisi harddisk dengan menggunakan FDISK atau Disk Manager
    • Untuk mengembalikannya bisa gunakan software seperti Acronis Disk Director, Handy Recovery, Stellar Phoniex dll.

3.      Terdeteksi pada bios tapi tidak dapat digunakan

Kerusakan yg menyebabkan harddisk terdeteksi di BIOS tetapi tidak bisa digunakan, selalu muncul pesan error pada saat komputer melakukan POST. Biasanya ini disebabkan FIRMWARE dari harddisk tersebut yg bermasalah. Untuk gejala ini banyak terjadi pada harddisk merk Maxtor dengan seri nama-nama Dewa. Untuk memperbaikinya anda bisa download program Firmware dari website merk harddisk tersebut.

  1. Tidak terdeteksi pada bios dan tidak dapat di gunakan

Kerusakan yang menyebabkan Harddisk benar tidak terdeteksi oleh BIOS dan tidak bisa digunakan lagi. Ini level yang tersulit menurut saya. Karena untuk perbaikannya kita butuh sedikit utak atik perangkat elektronika dan komponen dalamnya. Menganggulangi harddisk yang tidak terdeteksi oleh BIOS banyak cara.

    1. Mengecek arus listrik yg mengalir ke harddisk
    2. Mengganti IC pada mainboard Harddisk
    3. Buka Penutup Cover harddisk dan cek posisi Head harddisk

5.  Master Boot Record (MBR) atau Catatan Boot Utama dalam sistem Intel x86 dan x86-64 adalah sebutan untuk [[Sektor (sistem berkas.

Pada saat melakukan proses booting, Master Boot Record memiliki tugas-tugas berikut ini

  • Mencari partisi yang aktif (yang dapat melakukan proses booting) dalam tabel partisi.
  • Mencari sektor pertama dari partisi yang aktif untuk mendapatkan boot sector dari partisi tersebut.
  • Memuat salinan boot sector dari partisi yang aktif ke dalam memori.
  • Memberikan kontrol selanjutnya kepada kode yang dapat dieksekusi di dalam boot sector.

Struktur hard disk dalam skema partisi Master Boot Record

Skema Partisi Master Boot Record (MBR) (Inggris: MBR-Style Partition) adalah sebuah skema partisi yang menggunakan struktur Master Boot Record. Di dalam Master Boot Record, terdapat sebuah tabel partisi yang menjelaskan di mana partisi-partisi diletakkan di dalam hard disk. Skema partisi ini hanya terdapat di dalam sistem Intel x86, dan diimplementasikan dalam system BIOS sistem tersebut.

Dalam skema partisi ini, partisi terbagi menjadi tiga buah jenis, yakni

  • Primary Partition atau partisi utama, yakni partisi yang dapat digunakan untuk melakukan proses booting sistem operasi dan menyimpan data pengguna. Jumlahnya hanya empat buah saja dalam satu hard disk. Jika terdapat sebuah partisi tambahan, maka jumlahnya akan berkurang menjadi tiga buah partisi utama.
  • Extended Partition atau partisi tambahan, yakni partisi yang dapat menampung beberapa partisi logis. Partisi ini sebenarnya merupakan salah satu jenis dari partisi utama. Jumlahnya hanya boleh satu buah saja.
  • Logical Partition atau partisi logis, yakni partisi yang tidak dapat digunakan untuk melakukan proses booting sistem operasi, dan hanya dapat menyimpan data pengguna. Jumlahnya tidak dibatasi, artinya dalam satu hard disk boleh terdapat banyak logical partition yang menginduk kepada satu buah partisi tambahan.

Cara memperbaiki MBR di windows XP:

    1. Pertama Restart komputernya, kemudian masukan CD/DVD windows XP ke CD-Rom drive ( kalo ada flashdisk yang berisi windows xp juga bisa dipakai sebagai pengganti CD/DVD )
    1. Setelah proses booting dimulai pilihlah opsi dibawah cukup tekan tombol huruf R, untuk mulai memperbaiki windows.
    1. Setelah Recovery Console nya muncul, tekan angka 1 (sesuaikan dengan instalasi windows masing2) dan tekan Enter, Masukkan password Administrator jika ada, jika tidak ada password cukup menekan tombol Enter.
    1. Setelah kita berada pada mode Command Prompt, ketik perintah: fixmbr dan tekan Enter, MBR kita akan diganti dengan MBR yang baru, Kita juga bisa mengetikkan perintah: fixboot, untuk memperbaiki boot sector yang rusak.

Catatan: Pastikan hanya satu operating sistem saja yang terinstall didalam komputernya jika menjalankan perintah2 diatas, jika ada lebih dari 1 operating sistem dan kita menjalankan perintah fixmbr dan fixboot dapat mengacaukan sistemnya.

Cara memperbaiki MBR di windows 7 dan Vista:

    1. Masukkan CD/DVD windows 7 atau vista kalian ke Cd-Rom drive dan boot dari CD/DVD ( kalo ada flashdisk windows 7 atau vista bisa digunakan untuk menggantikan boot dari CD/DVD )
    1. Pilih Bahasa (language), Time (Waktu), mata uang (currency) dll, dan klik tombol Next, kemudian klik pada “Repair your computer
  1. Pilih opsi memperbaiki (repair) sistem operasi dan klik tombol Next, sekarang didalam jendela System Recovery Options nya pilih Command Prompt.
  1. Untuk Windows Vista didalam command prompt nya jalankan perintah : bootrec.exe diikuti dengan menekan tombol Enter
  1. Untuk Windows 7 didalam jendela command prompt ketikkan perintah: bootsect /nt60 C:\, dengan catatan windows nya terinstall dipartisi C:, sesuaikan perintah jika windowsnya tidak terinstall di partisi C:
  1. Setelah Selesai, silahkan keluarkan CD/DVD nya kemudian restart komputernya.

d.     Cara yg extreme harddisk yg rusak bisa dikanibal dengan harddisk yg lain yg keruskan berbeda, bisa dengan cara mengganti maiboardnya atau mengambil IC nya.

2.2 Bagian-bagian harddisk

Ø  Platter

Berbentuk sebuah Pelat atau piringan yang berfungsi sebagai penyimpan data.Berbentuk bulat,merupakan cakram padat,memiliki pola-pola magnetis pada pada sisi-sisi permukaanya.Platter terbuat dari metal yang mengandung jutaan magnet-magnet kecil yang disebut dengan magnetic domain.Domain-domain ini diatur dalam satu atau dua arah untuk mewakili binary “1” dan “0”

Dalam piringan tersebut terdiri dari beberapa track, dan beberapa sector, dimana track dan sctor ini adalah tempat penyimpanan data serta file system. Misalnya hardisk kita berkapasitas 40 GB, bila di format kapasitasnya tidak sampai 40 Gb. karena harus ada trac dan sector yang dipakai untuk menyimpan ID pengenal dari formating hardisk tersebut.

Jumlah pelat dari masing-masing harddisk berbeda-beda,tergantung pada teknologi yang digunakan dan kapasitas yang dimiliki tiap harddisk.Untuk harddisk-harddisk keluaran terbaru,biasanya sebuah plat memiliki daya tampung 10 sampai 20 Gigabyte.Contohnya sebuah Harddisk berkapasitas 40 Gigabyte,biasanya terdiri dari dua buah plat yang masing-masing berkapasitas 20 Gigabyte.

Ø  Spindle

Spindle merupakan suatu poros tempat meletakan platter.Poros ini memiliki sebuah penggerak yang berfungsi untuk memutar pelat harddisk yang disebut dengan spindle motor.Spimdle inilah yang berperan ikut dalam menentukan kualitas harddisk karena makin cepat putaranya,berarti makin bagus kualitas harddisknya.Satuan untuk mengukur perputaran adalah Rotation Per Minutes atau biasa disebut RPM.Ukuran yang sering kita dengar untuk kecepatan perputaran ini antara lain 5400 RPM,7200 RPM atau 10000 RPM.

Ø  Head

Piranti ini berfungsi untuk membaca data pada permukaan pelat dan merekam informasi ke dalamnya.Setiap pelat harddisk memiliki dua buah head.Satu di atas permukaan dan satunya lagi dibawah permukaan.

Head ini berupa piranti yang elektromagnetik yang ditempatkan pada permukaan pelat dan menempel pada sebuah slider.Slider melekat pada sebuah tangkai yang melekat pada actuator arms.Actuator arms dipasang mati pada poros actuator oleh suatu papan yang disebut dengan logic board.

Oleh karena itu pada saat hardisk bekerja tidak boleh ada guncangan atau getaran, karena head dapat menggesek piringan hardisk sehingga akan mengakibatkan Bad Sector, dan juga dapat menimbulkan kerusakan Head Harddisk sehingga hardisk tidak dapat lagi membaca Track dan Sector dari Hardisk.

Ø  Logic Board

Logic Board merupakan papan pengoperasian pada hardisk, dimana pada logic Board terdapat Bios Hardisk sehingga hardisk pada saat dihubungkan ke Mother Board secara otomatis mengenal hardisk tersebut, seperti Maxtor, Seagete dll. selain tempat Bios hardisk Logic Board juga tempat switch atau pendistribusian Power Supply dan data dari Head Hardisk ke mother Board untuk ki kontrol oleh Processor.

Ø  Actual Axis

Adalah poros untuk menjadi pegangan atau sebagai tangan robot agar Head dapat membaca sctor dari hardisk.

Ø  Ribbon Cable

Ribbon cable adalah penghubung antara Head dengan Logic Board, dimana setiap dokumen atau data yang di baca oleh Head akan di kirim ke Logic Board untuk selanjutnya di kirim ke Mother Board agar Processor dapat memproses data tersebut sesuai dengan input yang di terima.

Ø  IDE Conector

Adalah kabel penghubung antara hardisk dengan matherboard untuk mengirim atau menerima data. Sekarang ini hardisk rata-rata sudah menggunakan system SATA sehingga tidak memerlukan kabel Pita (Cable IDE)

Ø  Setting Jumper

Setiap hardis memiliki setting jumper, fungsinya untuk menentukan kedudukan hardisk tersebut.

Bila pada komputer kita dipasang 2 buah hardisk, maka dengan menyeting Setting Jumper kita bisa menentukan mana hardisk Primer dan mana Hardisk Sekunder yang biasanya disebut Master dan Slave.

Master adalah hardisk utama tempat system di instal, sedangkan Slave adalah hardisk ke dua biasanya dibutuhkan untuk tempat penyimpanan dokumen dan data. Bila Jumper settingnya tidak di set, maka hardisk tersebut tidak akan bekerja.

Ø  Power Conector

Adalah sumber arus yang langsung dari power supply. Power supply pada hardisk ada dua bagian :

  1. Tegangan 12 Volt, berfungsi untuk menggerakkan mekanik seperti piringan dan Head.
  2. Tegangan 5 Volt, berfungsi untuk mesupply daya pada Logic Board agar dapat bekerja mengirim dan menerima data.

 

Diagram Harddisk

2.3 penyebab kerusakan Harddisk

Ø  Musuh Utama Komputer Adalah PANAS

Faktor suhu sering kali ditemui pada PC yang sirkulasi udara didalam casing CPU kurang bagus, ini akan berakibat buruk pada umur dari komponen dari komputer Anda. Harddisk adalah salah satu komponen yang sangat sensitive terhadap suhu yang extreme. Jika panas harddisk sangat tinggi, pembacaan data pada harddisk akan kacau. Jika ini berlangsung lama, umur harddisk akan menjadi pendek.

Untuk mengurangi resiko kerusakan pada harddisk karena perbedaan suhu, tindakan yang dapat anda lakukan adalah:

  • Jangan menutup lubang udara yang terdapat pada casing CPU. Anda dapat menambahkan Fan Cassing, atur sirkulasi udara didalam casing CPU dengan benar.
  • Anda dapat memasang Fan Harddisk yang dengan mudah dapat anda cari di toko komputer.

Ø  Guncangan Ketika Harddisk On

Ketika harddisk dalam keadaan off, goncangan pada harddisk akan berakibat pada kerusakan fisik, kita dapat mengurangi resiko dengan membungkus harddisk dengan kain atau spon yang lembut dan tebal.

Jika guncangan terjadi saat harddisk dalam keadaan On atau ketika harddisk bekerja, kerusakan akan berakibat sangat fatal. Guncangan tersebut membuat head harddisk bagian-bagian magnetic disk. Padahal, disk tersebut berputar sangat cepat. Akibatnya, jalur pada FAT atau directory akan rusak. Kenapa jalur pada FAT atau directory yang rusak? Karena keduanya merupakan bagian rawan yang sangat peka terhadap gunjangan.

Ø  Komponen Harddisk Rusak

Walaupun kekuatan komponen-komponen pada harddisk sangat tergantung pada kulitas pabrikan, tetapi cara penggunaan atau pemakaian harddisk merupakan hal yang paling berpengaruh pada umur komponen-komponen harddisk. Misalnya, pada saat memakai harddisk kita tidak melakukan procedure parkir sebelum mematikan PC, sehingga posisi head berada di posisi sembarang. Jika head berhenti dan menyentuh permukaan disk tempat data atau system disimpan, bisa dipastikan lapisan magnet penyimpan data tersebut akan rusak.

Sekali lagi, musuh utama pada komputer adalah panas, penggunaan harddisk secara terus menerus akan menimbulkan panas yang berlebihan pada harddisk itu sendiri, sehingga komponen-komponen yang terdapat pada harddisk akan lebih cepat rusak. Jadi, gunakan prosedur penggunaan PC dengan benar agar PC Anda beserta komponen yang terpasang akan dapat digunakan lebih lama.

Ø  Shock atau kejutan

Hardisk dapat menglami kerusakan permanen jika di pindahkan dalam keadaan masih berputar karena hal tersebut menghasilkan kejutan terhadap harddisk

Suatu saat Anda mendapati Harddisk Anda tidak terdeteksi oleh BIOS, padahal Anda tidak mengubah kedudukan harddisk, Anda tidak mencopot atau mengubah posisi kabel IDE dan kabel power yang terpasang pada harddisk. Bahkan Anda tidak membuka casing PC Anda untuk mengotak-atik komponen yang terpasang maka akan terjadi kerusakan

2.4 Gejala kerusakan pada Harddisk

1. Kesulitan Membaca Data

Kerusakan ini ditandai dengan pembacaan data oleh head pada daerah tertentu yang berulang-ulang (retry). Pembacaan data ini tidak akan berhenti sebelum berhasil. Proses bergeraknya head pada saat kesulitan membaca sama seperti ketika membaca bad sector, tetapi pada kasus ini, head akhirnya berhasil membaca data. Kesulitan membaca data ini bisa menjadi tanda-tanda akan terjadinya bad sector.
2. Bisa Diformat tetapi Tidak Dapat Dibaca

Harddisk bisa diformat dan melaporkan keberadaan bad sector. Namun Ketika membaca data, head akan kesulitan melakukannya.
3. Tidak Ada Respon

Beberapa perintah membaca atau menulis yang diberikan, tidak direspon oleh harddisk. Kondisi seperti ini disebut hang.
4. Terjadi Bad Sector

Bad sector pada harddisk adalah sector yang sudah tidak dapat digunakan untuk menyimpan data. Hal ini tentu sangat merugikan bagi kita. Ada dua macam bad sector, yaitu bad sector yang bersifat sementara dan bad sector yang bersifat permanen. Bad sector sementara sebenarnya hanya bersifat software dan secara spesifik platter tidak rusak. Sedangkan pada bad sector permanen memang ada sector yang rusak secara spesifik.

5. Tidak Ada suara Mendenging

Motor penggerak tidak bekerja dengan baik, kadang-kadang tidak dapat start atau berhenti setelah beberapa saat.
6. Platter Rusak

Kerusakan pada platter harddisk bisa disebabkan oleh goresan head.

7. Komponen Elektronik Ada Yang Rusak Head Rusak

Kerusakan pada head dapat menyebabkan harddisk tidak dapat di akses sama sekali,                         biasanya head tidak dapat bergerak karena tertahan piringan.

Seandainya hasil statistik dari perintah format menyebutkan ada bad sector, kita tidak perlu bingung karena hal tersebut sudah biasa terjadi. Bad sector yang disebabkan oleh software dapat dihilangkan dengan format ulang dari tahap paling rendah, yaitu low level formatting.

Oleh karena itu, jika harddisk memiliki bad sector yang ditunjukkan oleh error map, catat jumlah bad sector tersebut. Jika jumlah ini bertambah, berarti ada kesalahan lain yang disebabkan oleh software yang digunakan. Untuk mengatasinya, lakukan format ulang.

BAB III

           KESIMPULAN

Hardisk merupakan piranti penyimpanan sekunder dimana data disimpan sebagai magnetik pada piringan metal yang berputar yang terintegrasi. Atau dapat diartikan dengan cakram keras. Data disimpan dalam lingkaran konsentris yang disebut track. Tiap track dibagi dalam beberapa segment yang dikenal sebagai sector.

AT Attachment (ATA) adalah antarmuka standar untuk menghu­bungkan peranti penyimpanan seperti hard disk, drive CD-ROM, atau DVD-ROM di komputer.

SATA adalah pengembangan dari ATA. SATA didefinisikan sebagai teknologi yang didesain untuk menggantikan ATA secara total. Adapter dari serial ATA mampu mengakomodasi transfer data dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ATA sederhana.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.google.com

http://dedenthea.wordpress.com/2007/…ogi-hard-disk/

www.gudang materi.com

www.ilmu computer.com

www.softpedia.com

http://nurhamim86.blogspot.com/2011/11/cara-memperbaiki-mbr-yang-error-di.html#ixzz2HNKEyfeM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s